
Ditraktir datuk
Malam minggu, tgl 15 April, Arina ditraktir datuk makan di Restoran Rajanya Ikan di Setiabudi (sebelah Rumah Mode, depan toko Setiabudi, nama lengkap restonya apa ya? Duhh gak merhatiin euy). Tadinya mau makan makanan Sunda di Cobek kalau gak salah daerah Setiabudi juga, tapi begitu lewat restoran ikan itu, ngeliat ada bakar-bakar ikan di depan restonya, nyium bau-bau asepnya yang huarumm, ya udah kita berhenti disitu. Semuanya serba ikan dan makanan laut (udang, kepiting, kerang, dll dll). Makanan lautnya diimpor langsung dari laut Sulawesi, sambel cobeknya juga khas gaya Sulawesi, cabe rawit pake mangga muda, aseemm asemmmm pedes tapi uenaakk.. Kita pesen ikan cukang (bahasa gaulnya ikan kambing-kambing, mungkin karena bentuknya gede, dan rasanya mirip daging kambing) dan kepiting monster. Plus tahu crunchy untuk Arina. Uhh makanannya semua uenakkk, papa bilang, “mantapp nihh mantapp”. Hap hap hap...
Di restoran ini, Arina menunjukkan kebisaan dan kemandirian calon anak berumur 1,5 tahun (tgl 31 April besok). Arina duduk sendiri di kursi rotan untuk balita, melahap tahu crunchy, nasi, lalap, dan sepotong ikan cukang. Uhh bikin mama, papa seneeeenggg bangettt. Kita jadi gak keganggu makan nikmat. Karena biasanya, kalau udah acara makan-makan gitu, Arina pasti minta digendong, atau ingin duduk di kursi kita, atau ingin jalan-jalan mengeksplore tempat. Tadinya mama khawatir juga, duhh makanan lezat ini kayanya gak bisa dinikmatin deh, duuh tadi mestinya bawa mbaknya. Untung kepikiran minta kursi balita ke pelayan. Ada pelayan yang langsung bilang gak ada, tapi kita gak putus asa, minta lagi sama pelayan lain untuk cariin kursi bayi. Untunglah pelayan itu mau berbaek hati mencarikan, dan hwalaaa ada deh kursi rotan balita. Unik juga, biasanya kursi balita yang di resto fastfood dibuat dari plastik atau kayu, tapi yang ini dari rotan. Dan kursi itu bener-bener hwalaaaaa, win and win solution.
Arina mau duduk manis disitu, melahap makanannya sendiri, tanpa disuapi, jadi kita semua bisa menyantap makanan dengan tenang. Pake piring plastik (untung pelayan disitu mau nyariin piring plastik untuk Arina). Arina sibuk makan dengan tangannya, hap hap hap, nasi, tahu crunchy, sepotong ikan cukang, mentimun dan tomat.
Nenek dan datuk juga seneng banget ngeliat Arina makan mandiri dan lahap. Kata nenek, gak rugi deh traktir Arina :P.
Thanks to kursi rotan balita, gara-gara itu, acara makan keluarga jadi nikmat.
Malam minggu, tgl 15 April, Arina ditraktir datuk makan di Restoran Rajanya Ikan di Setiabudi (sebelah Rumah Mode, depan toko Setiabudi, nama lengkap restonya apa ya? Duhh gak merhatiin euy). Tadinya mau makan makanan Sunda di Cobek kalau gak salah daerah Setiabudi juga, tapi begitu lewat restoran ikan itu, ngeliat ada bakar-bakar ikan di depan restonya, nyium bau-bau asepnya yang huarumm, ya udah kita berhenti disitu. Semuanya serba ikan dan makanan laut (udang, kepiting, kerang, dll dll). Makanan lautnya diimpor langsung dari laut Sulawesi, sambel cobeknya juga khas gaya Sulawesi, cabe rawit pake mangga muda, aseemm asemmmm pedes tapi uenaakk.. Kita pesen ikan cukang (bahasa gaulnya ikan kambing-kambing, mungkin karena bentuknya gede, dan rasanya mirip daging kambing) dan kepiting monster. Plus tahu crunchy untuk Arina. Uhh makanannya semua uenakkk, papa bilang, “mantapp nihh mantapp”. Hap hap hap...
Di restoran ini, Arina menunjukkan kebisaan dan kemandirian calon anak berumur 1,5 tahun (tgl 31 April besok). Arina duduk sendiri di kursi rotan untuk balita, melahap tahu crunchy, nasi, lalap, dan sepotong ikan cukang. Uhh bikin mama, papa seneeeenggg bangettt. Kita jadi gak keganggu makan nikmat. Karena biasanya, kalau udah acara makan-makan gitu, Arina pasti minta digendong, atau ingin duduk di kursi kita, atau ingin jalan-jalan mengeksplore tempat. Tadinya mama khawatir juga, duhh makanan lezat ini kayanya gak bisa dinikmatin deh, duuh tadi mestinya bawa mbaknya. Untung kepikiran minta kursi balita ke pelayan. Ada pelayan yang langsung bilang gak ada, tapi kita gak putus asa, minta lagi sama pelayan lain untuk cariin kursi bayi. Untunglah pelayan itu mau berbaek hati mencarikan, dan hwalaaa ada deh kursi rotan balita. Unik juga, biasanya kursi balita yang di resto fastfood dibuat dari plastik atau kayu, tapi yang ini dari rotan. Dan kursi itu bener-bener hwalaaaaa, win and win solution.
Arina mau duduk manis disitu, melahap makanannya sendiri, tanpa disuapi, jadi kita semua bisa menyantap makanan dengan tenang. Pake piring plastik (untung pelayan disitu mau nyariin piring plastik untuk Arina). Arina sibuk makan dengan tangannya, hap hap hap, nasi, tahu crunchy, sepotong ikan cukang, mentimun dan tomat.
Nenek dan datuk juga seneng banget ngeliat Arina makan mandiri dan lahap. Kata nenek, gak rugi deh traktir Arina :P.
Thanks to kursi rotan balita, gara-gara itu, acara makan keluarga jadi nikmat.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home