arina's life

Tuesday, August 08, 2006


TAMAN KOTA BSD

Thanks God masih ada taman kota disekitar rumah. Seharusnya semua developer perumahan menyediakan taman kota, gak hanya mikirin bisnis dengan menggunakan lahan hijau jadi mall, ruko, café atau lainnya. Untung masih ada developer yang berpikir jauh ke depan. Taman Kota BSD ini salah satunya. Biasanya tiap Sabtu atau Minggu pagi, kita sempat-sempatkan bermain kesini. Selain karena kita berdua (mama dan papa) senang melihat yang hijau-hijau, Arina juga senang disini karena banyak wahana bermain untuk balita, biasalah jungkat jungkit, ayunan, luncuran, tiang-tiang besi untuk memanjat dan juga wahana berpasir. Di taman kota ini kalau Sabtu dan Minggu pagi, ramai sekali, kayanya satu Serpong pindah semua ke taman kota ini, ada yang bersepeda, lari-lari, joging, ada yang senam tai chi atau sekadar ngobrol-ngobrol dan baca koran. Memang kita semua butuh taman kota.

Jadi inget dulu waktu masa-masa jadi mentor Pelita Kota (Pendidikan Lingkungan Taman Kota) untuk anak-anak SD dan SMP di Bandung (biasanya kita pergi ke taman Cilaki). Kita bermain dengan berbagai tekstur daun, mengumpulkan dedaunan, bunga-bunga yang ada, mendengarkan bebunyian di taman, suara burung, suara air mengalir, suara gemerisik angin membelai daun-daun pohon, mencium harum tanah, batang-batang. Kita juga menggambar apapun yang kita sukai tentang taman kota itu.

Sesudah bermain kita bertanya ke anak-anak sekolahan itu,

Apa suara yang paling menyenangkan untuk didengar?
Suara burung, Air mengalir, daun jatuh.

Kamu bisa dengar suara-suara daun yang jatuh? (surprise)
Yaa..

Ada yang juga dengar daun-daun bergoyang ditiup angin?
Ya, saya dengar, saya dengar

Apa suara yang paling tidak menyenangkan?
Suara motor, mobil, klakson mobil, orang ribut, tukang bakso yang ketok-ketok piringny, ketok-ketok tukang siomay

Di taman ini, warna apa yang paling disukai untuk dilihat?
Hijau daun, merah bunga, kuning daun

Apa yang paling disenangi di taman kota ini?
Udaranya segar, teduh, sejuk, kita bisa lari-lari bebas

Setelah puas bermain-main dan bertanya apa yang anak-anak itu rasakan tentang taman kota, kita para mentor dan anak-anak duduk di atas tikar, lalu ngobrol-ngobrol tentang fungsi taman kota, betapa pentingnya taman kota ini, karena dia rumah bagi tumbuhan dan hewan, karena dia menyaring polusi dan membuat udara menjadi lebih bersih, karena dedaunan punya kemampuan menahan bising sehingga polusi suara lebih teredam, karena akar-akar pohon mampu menyimpan air kala hujan, karena manusia pun butuh alam (sejak alam begitu jauh letaknya di hutan-hutan lindung, pegunungan atau lautan sana).Kita pun ngobrol-ngobrol tentang betapapun indahnya warna merah di tas kita, warna hijau di dinding rumah kita, atau betapapun indahnya alunan lagu di kaset atau CD tetap lebih menyenangkan mendengarkan suara-suara di alam, melihat warna warni murni di alam dan juga merasakan sentuhan langsung di alam. Terakhir beberapa obrolan kesimpulan, betapa penting bagi kita semua menjaga taman kota, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarang ke taman, atau ke sungai di taman, tidak membunuh burung-burung dan hewan lain di taman, dan tetap terus menjaga keberadaan taman itu ditengah-tengah kota. Saat-saat yang menyenangkan dengan anak-anak di taman kota.

Sekarang udah ga pernah lagi jadi mentor Pelita Kota di taman Cilaki Bandung. Sekarang jadi mentor untuk Arina aja…J Yups Arina, sebisa mungkin, kita usahakan sering-sering ketaman kota ini ya..

0 Comments:

Post a Comment

<< Home